Rabu, 28 Mei 2014

My New short story

Ruang terasa lengang ketika tantri baru saja membuka ruang tengah. tampak beberapa foto usang yang masih tergantung sejak beberapa tahun yang lalu, tidak pernah berubah posisi masih tetap disana, masih tetap dengan bingkai usang namun cukup punya makna bagi tantri untuk menghilangkan rasa rindu pada anak anaknya. mereka sekarang sudah punya kehidupan masing masing. ruangan yang tidak begitu besar, dulunya tempat anak anak nya menghabiskan waktu mereka untuk nonton tv, bermain PS atau mungkin ruang yang sekaligus mereka gunakan untuk belajar dan makan.yah....semua tinggal kenangan, karna anak anak sudah beranjak menuju kedewasaan, tiga orang anak yang dulunya saling berebut mainan, makanan, bahkan beradu mulut memperjuangkan keegoan mereka...tak terasa air mata tantri menetes mengingat banyak hal hal yang sangat dia rindukan.
    " Bu,..Ibu....Beli tahu gak bu..." suara Mba min mengagetkan tantri, penjual tahu langganan yang setiap hari lewat didepan rumah. kasian sekali mba Min kalau tidak dibeli tahunya...
    " Ya wes mba , 5 potong aja" tantri menjawab sambil berlari kecil mencari tasnya yang dia taruh di meja belajar.
    " Kok sepi, bu. apa anak anak gak pulang", mba Min menaruh potongan tahu pada meja teras depan rumah sambil sesekali menatap ruang tengah yang masih berantakan belum disapu.
    " yah..biasa mba kalo hari kamis sepi, besok biasanya baru ramai ,mbak" tantri menjawab seadanya, padahal belum tentu anak anaknya datang besok karena Tantri tau kalo mereka sibuk dengan pekerjaan mereka masing masing.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar